Wah Chicco Jerikho Kepincut Dengan Fine Robusta Lampung

0 110

Fine Robusta kini memang sedang menjadi perbincangan penikmat kopi. Bagaimana tidak, Robusta yang selama ini dikenal sebagai kopi blend dan campuran espresso, sekarang tampil “single” ala specialty Arabika. Soal rasa, hmm..tentu saja saya berani bandingkan dengan specialty Arabika: nikmat.   Kesan pahit yang selama ini “digondoli” pada Robusta, saya tak rasakan pada Fine Robusta. Aromanya juga menggoda.

Selebrity Chicco Jerikho dalam rangkaian kegiatan promo Filosofi Kopi 2 menyempatkan bertandang ke kedai kopi, Dr. Coffee yang terletak di Jalan Pagar Alam (Gang PU) No. 44, Bandar Lampung. Ini bukan kunjungan pertamanya ke daerah penghasil Robusta terbesar di Indonesia. Sebelumnya ia juga mengunjungi Lampung, tepatnya ke Liwa untuk lebih menghayati perannya sebagai Ben anak petani kopi Liwa. Dan, kali ini ia khusus datang ke Dr.Coffee untuk bersilaturahmi lebih dekat dengan penggemarnya dan membicarakan lebih dalam lagi tentang dunia perkopian.

Dr.Coffee adalah salah satu kafe di Bandar Lampung yang menjual aneka jenis kopi berkualitas. Terutama Robusta grade premium “single origin” dan fine dari berbagai daerah di Lampung, diantaranya dari Kebuntebu, Lanang, Ulubelu, Sekincay, Airhitam, Purawiwitan dan Belalau.

Kala itu, Chicco memilih Fine Robusta dari Ulubelu, Tanggamus. Didampingi pemilik Dr.Coffee Muhammad Alghazali Qurtubi, Chicco meracik kopi pilihannya sendiri dengan  metode seduh  V-60 Dripper. Chicco memang bukan saja seorang bintang film, tetapi juga merintis bisnis kafe yang diberi brand sama dengan judul filmnya, “Filosofi Kopi”. Film sepertinya mendorong jiwa entrepreneurship untuk berbisnis kafe bersama dengan Rio Dewanto. So, keahlian meracik kopi ala barista sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Makanya tak heran, Chicco terlihat begitu piawai meracik kopi secara manual brew bersama dengan barista di Dr.Coffee.

Kurang lebih selama sejam Chicco menyeduh kopi dengan metode V-60 yang sudah lazim digunakan untuk menyeduh kopi single origin sekelas specialty.  Alat seduh ini populer karena kemampuannya untuk menghasilkan kopi tanpa ampas dan mengeluarkan banyak rasa dan karakter yang terkandung dalam kopi.

Selama proses penyeduhan, Chicco dengan penuh keramahan menjawab sejumlah pertanyaan dari pengunjung dan media.

Chicco memasukan biji kopi yang beraroma harum ini ke dalam alat berbentuk kerucut menyerupai huruf V dan memiliki sudut 60o. Di sisi dalam alat ini terdapat alur spiral yang berfungsi untuk mengalirkan air dan mengeluarkan gas yang keluar dari kopi pada saat penyeduhan.

Tahap pertama, pra infusi, Chicco menuangkan air panas secara merata pada permukaan bubuk kopi untuk pertama kalinya. Menurut Ali, proses ini bertujuan untuk mengeluarkan gas CO2 yang masih terperangkap di dalam biji kopi selama proses penyangraian. Pembasahan harus dilakukan perlahan-lahan agar gas CO2 mendapat kesempatan untuk keluar secara maksimal.

Setelah itu, dilanjutkan dengan tahap penuangan air secara berkelanjutan dan bertahap pada bubuk kopi. Tujuannya untuk melarutkan semua citarasa dari bahan terlarut yang terkandung dalam kopi.

Tanpa terasa, secangkir kopi hangat tanpa ampas pun tersaji. Slurrrpppp…Chicco menyeruput kopi seduhannya. “Nikmatnya beda ya. Ada rasa manis.” ujar Chicco yang mengaku baru pertama kali menyeruput fine robusta.

Usai menyeduh, Chicco beramah tamah dengan Kepala Bidang Perkebunan dan Pertenakan Provinsi Lampung, Bapak Wherlian Ali, Asosiasi Industri Kopi Bubuk Lampung (AIKBL),  Komunitas Pecinta Film Lampung dan Wakil bupati Pesisir Barat Erlina berdiskusi mengenai potensi kopi Robusta Lampung. Hmm..sepertinya Chicco mulai berminat juga ya dengan Fine Robusta Lampung.

 

 

Fine Robusta, specialty Robusta yang siap menyemarakkan industri kopi specialty

Saya jadi teringat dengan apa yang dikatakan, Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) A. Syafrudin ketika Konvensi Kopi Teh dan Cokelat Indonesia (KKTC) 2017 di La Piazza Kelapa Gading pada Kamis (18/5). Katanya, dalam waktu dekat, kita punya 6 kopi  fine robusta dari beberapa pulau yaitu Bengkulu, Tanggamus-Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan dari Manggarai Flores yang saat ini sedang dalam proses sertifikasi menjadi specialty robusta. 

Angin segar tentunya bagi citra Robusta yang selama ini dipandang sebagai kopi kurang berkelas. Karena memang, sifat Robusta yang tak banyak karakter, dan rasa yang pahit sehingga banyak diserap oleh industri kopi kemasan. Tetapi bukan berarti  Robusta bertakdir tidak bisa naik kelas. Apalagi jika kita mengetahui fakta bahwasanya Indonesia adalah penghasil Robusta yang diperhitungkan di dunia. Ya, lahan pertanian kopi kita, didominasi oleh  kopi Robusta. Sudah saatnya kualitas bertanam dan pengolahan paska panen Robusta bisa diperhatikan sehingga bisa memiliki daya tawar yang sebanding dengan jenis kopi specialty lainnya.

Tahun 2014, gerakan riset untuk memperbaiki kualitas Robusta sudah dimulai di Uganda. Tahun 2015, dibentuklah badan khusus yang mengawasi standar kualitas Robusta yaitu Center Of Robusta Excellence (CORE) di Uganda. Negara di Afrika Timur ini memang dikenal sebagai penghasil kopi yang berkualitas. Dalam perjalanannya CORE didukung penuh oleh Agribusiness Initiative Trust (ABI) dan Coffee Quality Institute (CQI) yang membantu mengawasi sistem Q-Grading dan menentukan standar R-grading untuk robusta.

Petani kopi binaan Dr.Coffee, Bapak Jamaluddin asyik memilih biji Robusta petik merah dari kebunnya.

 

Sejak saat itu, gairah meningkatkan kualitas dan cita rasa Robusta mulai membahana, khususnya  di negara-negara di Asia Pasifik dan Afrika. QGrader Robusta bersertifikat internasional, salah satunya Karjo Matajat pun tak berhenti memberikan edukasi tentang bertanam kopi yang berkualitas.

Alhasil dengan treatment yang tak jauh berbeda dengan Arabika, Robusta ternyata bisa juga memunculkan karakter yang lebih bervariasi dan rasa yang nikmat. Kata kuncinya adalah “petik merah” dan olah dengan penuh cinta saat bertanam dan pengolahannya ;). Insya Allah harga jual Fine Robusta bisa menyejahterakan petani kopi.

Anda tertarik dengan bisnis kopi Fine Robusta ? Ikuti event kami Coffee Business Meeting yang akan diselenggarakan pada tanggal 2-3 Agustus 2017 di Bandar Lampung dan Liwa.

Coffee Business Meeting Pertemukan Buyer Dan Seller Berbisnis Kopi Fine Robusta Lampung

You might also like More from author

Comments

Loading...