Serunya Menelusuri Papandayan, Gunung yang Ramah Pendaki

0 176

Berlibur merupakan salah satu cara terampuh untuk mengusir stress dan kejenuhan dari aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, mengurus rumah, dan lain-lain. Setuju, guys? Tapi, kadang juga ada kebosanan saat kita berlibur ke tempat yang itu-itu lagi dengan atmosfer yang kurang lebih sama. Nah, bagi kalian yang ingin berlibur dengan nuansa yang berbeda dari biasanya, bisa coba nih wisata Gunung Papandayan. 

 

Serunya Menelusuri Papandayan, Gunung yang Ramah Pendaki 

Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung yang ramah bagi para pendaki, khususnya bagi Anda yang termasuk pendaki pemula. Gunung yang terletak di Garut ini banyak dijadikan destinasi wisata alam para pendaki gunung pemula. Buat Anda yang tertarik untuk mengunjungi Gunung Papandayan wajib simak dulu nih ulasannya berikut ini. 

Kami ulas serunya menelusuri Papandayan, gunung yang ramah pendaki ini berdasarkan pengalaman salah seorang travel blogger www.catperku.com. Mari langsung baca selengkapnya 🙂

  • Rute menuju Gunung Papandayan dari Jakarta

Jarak Gunung Papandayan ini kurang lebih sekitar 240 km dari Jakarta, yang dapat ditempuh dalam waktu 5 hingga 6 jam. Anda dapat menggunakan transportasi bus atau kereta untuk menuju ke sana. Jika menggunakan bus, ada dua terminal yang bisa digunakan, yaitu Terminal Lebak Bulus dan Terminal Kampung Rambutan. Untuk sampai ke Gunung Papandayan, Anda harus melewati Bandung terlebih dahulu, setelah itu menuju Garut melalui jalan tol Cipularang. 

Transportasi bus lebih efisien dibanding menggunakan kereta. Jadi buat Anda yang ingin lebih hemat biaya untuk wisata ke Gunung Papandayan, bisa pilih menggunakan bus. Selain itu, bagi Anda yang lebih suka menggunakan bus ekonomi AC seperti Primajasa, lebih baik berangkat dari Terminal Lebak Bulus. Berhubung perjalanan cukup jauh, jangan lupa untuk menyiapkan bekal yang cukup agar Anda tak kelaparan selama di dalam kendaraan. 

  • Berkemah di Pondok Salada

Sebelum sampai di Gunung Papandayan, Anda terlebih dahulu menuju pos awal pendakian. Di pos awal pendakian ini Anda bisa menemukan banyak warung makan yang siap menghilangkan rasa laparmu. Buat Anda yang ingin membeli makanan untuk bekal selama pendakian, Anda juga bisa membelinya di sini. Di pos awal pendakian ini Anda sudah disambut dengan cuaca yang dingin khas wilayah pegunungan. Jadi jangan lupa untuk membawa baju hangat ya, agar Anda tak sampai menggigil kedinginan. 

Dari pos awal pendakian ini, Anda akan menuju pos tempat kemping yaitu Pondok Salada. Sebelum sampai di Pondok Salada, Anda akan mendaki melewati kawah belerang yang masih aktif, jadi siap-siap untuk mencium bau belerang yang lumayan menusuk hidung. Tapi tenang guys, baunya hanya di jalur awal pendakian saja, kok. Selanjutnya, Anda harus melewati sungai kecil yang penuh dengan batu. Baru setelah itu menuju ke Pondok Salada. Di pondok inilah Anda dapat mendirikan tenda untuk bermalam. 

  • Hutan Mati Gunung Papandayan

Credit: travel.tribunnews.com

Hawa dingin Gunung Papandayan memang bisa membuat Anda jadi mudah mengantuk dan ingin berada di dalam tenda serta menarik selimut. Tapi, untungnya pemandangan yang Anda lihat di Gunung Papandayan luar biasa indahnya, Masya Allah. Hal inilah yang pasti membuat Anda akan sibuk mengabadikannya ke dalam sebuah foto. Dari Gunung Papandayan ini, Anda juga bisa melihat keindahan Gunung Guntur dan Gunung Cikuray yang berada tak jauh dari sana. 

Tak jauh dari Pondok Salada, Anda bisa menelusuri Hutan Mati. Hutan Mati ini terbentuk akibat sisa-sisa letusan Gunung Papandayan yang menghanguskan sebagian besar pohon-pohon, dan hanya menyisakan batang-batang serta ranting kering. Namun, Hutan Mati ini bisa jadi spot foto yang sangat cantik, lho. Pemandangan batang dan ranting pohon yang mengering menghadirkan nuansa unik yang tak biasa, apalagi ditambah dengan suasana sunyi di sekitar Hutan Mati.

  • Indahnya matahari terbit di Gunung Papandayan

Credit: jelajahgarut.com

Bagi Anda yang tidak terbiasa dengan cuaca dingin, jangan lupa untuk mempersiapkan perlengkapan penghangat badan, mulai dari jaket, syal, topi, kaus kaki tebal, dan sarung tangan. Nah, setelah Anda berada di Gunung Papandayan, tentu Anda tak ingin melewatkan indahnya matahari terbit yang bisa Anda saksikan secara langsung. 

Setelah Shalat Subuh, Anda dapat berjalan kaki menuju Hutan Mati untuk mellihat matahari terbit. Jarak antara Pondok Salada dengan Hutan Mati bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Anda dapat melihat indahnya matahari terbit serta pemandangan Kota Garut dari kejauhan. Bagi Anda yang gemar fotografi, pemandangan ini bisa jadi bahan foto yang sangat indah. 

  • Tegal Alun “Padang Edelweis”

Credit: blog.gogonesia.com

Jika ke Gunung Papandayan jangan heran jika di sana Anda akan bertemu dengan banyak para pendaki pemula. Yes, gunung ini memang terbilang destinasi pendakian favorit para pendaki pemula. Jalur-jalurnya tidak terlalu sulit untuk didaki, oleh sebab itulah Gunung Papandayan dikatakan ramah pendaki. 

Selain Hutan Mati, area tujuan menarik lainnya di Gunung Papandayan adalah Tegal Alun atau yang sering disebut Padang Edelweis. Tegal Alun ini bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 1 hingga 2 jam dari Pondok Salada. Padang Edelweis ini juga termasuk spot foto menarik berikutnya yang akan Anda temui di Gunung Papandayan. Di sini Anda akan terkesima melihat dataran luas yang banyak dihiasi tumbuhan Edelweis. Tapi ingat, jangan dipetik yah, cukup difoto aja. Bisa dibayangkan jika setiap pendaki memetik bunga Edelweis untuk kemudian dibawa pulang, lama kelamaan tumbuhan cantik ini akan musnah. 

  • Tanaman Cantigi 

Selain Edelweis, di Gunung Papandayan ini Anda juga bisa menemukan tanaman lain yang tak kalah menarik yaitu tanaman Cantigi. Tanaman yang hanya ada di wilayah pegunungan ini terlihat cantik dengan daunnya yang merah merona. Cantigi juga memiliki khasiat dan bisa dikonsumsi, lho. Tanaman Cantigi menghasilkan buah berwarna hitam yang rasanya cukup manis dan bermanfaat untuk menambah stamina pendaki. Jadi, jika Anda kehabisan bekal dalam pendakian, bisa dicoba nih mengonsumsi buah Cantigi. 

  • Menjaga keindahan Gunung Papandayan

Credit: 1001wisata.com

Dapat menikmati berbagai keindahan di Gunung Papandayan tentunya merupakan anugerah yang luar biasa, bukan? Tapi jangan lupa ya untuk berkontribusi dalam melestarikan keindahan alam yang kita kagumi ini. Salah satunya adalah jangan membuang sampah sembarangan. Justru alangkah baiknya jika Anda meluangkan waktu untuk membersihkan area Gunung Papandayan, minimal di area yang Anda lewati saat perjalanan pulang misalnya. 

Jadi, sambil menuruni area Gunung Papandayan, Anda bisa menyiapkan kantong plastik khusus sampah dan memunguti sampah-sampah yang Anda temui. Hal ini pula yang dilakukan oleh Travel Blog www.catperku.com sebagaimana ia ceritakan dalam kisah penutup perjalanannya mendaki Gunung Papandayan. Wah, sangat menginspirasi 🙂 

Sumber referensi: catperku.com

Sumber foto: pagguci.com

Comments
Loading...