Menggali Peluang Pasar Fine Robusta Lampung di Coffee Business Meeting

Event bisnis kopi di industri hilir untuk fine robusta ini menghadirkan lebih dari 30 buyer potensial dari sejumlah kota di Indonesia, dan negara tetangga Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

0 9

Kabar gembira bagi penikmat kopi. Kini varian Robusta grade specialty atau di kalangan penikmat kopi dikenal dengan Fine Robusta hadir menyuguhkan cita rasa istimewa yang tak kalah dengan jenis kopi lainnya. Istimewa lantaran memang berani memberikan rasa berbeda dari cita rasa Robusta yang selama ini dikenal : pahit, dan variasi rasa yang sedikit jika dibandingkan dengan Arabika. Makanya, tak heran, Robusta banyak digunakan sebagai blend dan dominan diserap di industri kopi kemasan.

Narasumber Focus Group Discussion (FGD) memaparkan tentang peluang bisnis fine ribusta. Saat ini memang sedang menuju fine robusta. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, begitu kesimpulan dari narsum.

Lampung yang notabene merupakan daerah penghasil kopi Robusta yang diperhitungkan di tanah air, dan andalan ekspor Robusta, kini serius dan komit menghadirkan grade Robusta di atas premium, fine Robusta. Sebenarnya, gairah meningkatkan kualitas cita rasa Robusta di Lampung sudah mulai sejak dua tahun lalu. Berawal dari kegiatan kontes kopi yang rajin diikuti pegiat kopi Lampung hingga menciptakan kebutuhan pasar. Meski volumenya tidak banyak, tetapi cukup memberikan gairah bagi pebisnis kopi khususnya di industri hilir (kafe, kedai kopi, roastery) untuk komit memproduksi fine robusta.

 

Sebagian dari pebisnis kopi yang rata-rata memiliki kafe ini membina langsung petani kopi di sejumlah daerah di Lampung, seperti Tanggamus, Sumber Jaya, Air Tebu, Ulubelu, Liwa, dan sebagainya. Dr Coffee misalnya, membina langsung petani di Sumber Jaya.

 

Buyer mereka  tersebar di berbagai daerah di Indonesia, diantaranya Jakarta, Tangerang, selain wilayan Sumatera dan Jawa. Biasanya mereka mendapatkan potensial buyer lewat pameran-pameran yang diikuti di berbagai daerah. Didi Harry Librianto, pemilik De Lampung Coffee salah satunya yang mengaku kerap mendapatkan pembeli dari pameran-pameran yang diikuti. Selama pameran, ia selalu menampilkan sekaligus menjual fine robusta, mendapatkan sambutan yang bagus dari pengunjung. Kendati banyak kendala dalam proses menghasilkan Fine Robusta, namun diakui Didy yang kerap menjuarai kontes meracik kopi ini, tiap tahun kebutuhannya selalu meningkat.

Q-grader Robusta Karjo Matajat didampingi ketua pelaksana CBM, Wherlian Ali memeriksa sample kopi yang akan dikompetisikan dalam kontes uji cita rasa robusta yang digelar pada hari ke-2 di Liwa, Lampung Barat

Menurut Q Grader Robusta terkemuka dari Lampung, Karjo Matajat, proses Robusta menjadi Fine Robusta tidaklah mudah dan menantang untuk selalu diujicobakan. Khususnya pada edukasi kepada petani tentang cara bertanam kopi yang baik. Mulai dari cara bertani yang penuh kecermatan, ketika panen, juga hanya dipetik biji kopi yang merah dan mulus, dan proses penyortiran yang lumayan detil. Hingga menghasilkan cita rasa Robusta yang nikmat, muncul karakter coklat, kacang-kacangan, dan tidak terlalu strong atau pahit. Cepat atau lambat, Fine Robusta, menurut Karjo Matajat memang akan memberikan tempat tersendiri di pasar niche penikmat kopi, khususnya di indusri hilir.

Kontes uji cita rasa berlangsung di wisma AEKI pada hari ke-2 ( 3 Agustus 2017). Terkumpul total 52 sample biji kopi dari berbagai daerah di Lampung, dan dipilih hanya 19 sample untuk dikompetisikan.

Coffee Business Meeting, jalan menuju kejayaan Robusta Lampung

 

Terbukti dalam event bisnis Coffee Business Meeting yang perdana diselenggarakan di Bandar Lampung-Liwa selama dua hari (2-3 Agustus) mendapatkan respon yang bagus dari potensial buyer. Event yang didukung penuh oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung ini menghadirkan sebanyak 30 potensial buyer baik dari dalam Lampung maupun luar Lampung diantaranya dari Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Surabaya, Malaysia dan Brunai Darussalam.

 

Motivasi buyer mengikuti event yang diinisiasasikan oleh MB Communication dan didukung oleh Asosiasi Ekspor Kopi Indoensia (AEKI) ini rata-rata penasaran dengan cita rasa Fine Robusta sekaligus mencoba peruntungan di bisnis ini. Bisnis kopi dan kafe memang sedang tren saat ini. Tentu, dengan hadirnya Fine Robusta meningkatkan nilai tambah bagi bisnis mereka. Pun, tak terkecuali petani kopi, meningkatkan daya jual mereka kepada pebisnis kopi.

Sekda Provinsi Lampung, Sutono mewakili Gubernur Lampung Ridho Ficardo membuka Coffee Business Meeting di Paviliun Resto & Cafe

 

Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo sangat mengapresiasi keterlibatan kedai-kedai kopi dan kafe dalam menyukseskan acara ini. Karena, sejatinya mereka adalah garda terdepan dalam mempromosikan Fine Robusta kepada sebanyak-banyaknya penikmat kopi. “Kalau tidak diperkenalkan dan ditawarkan, tentu konsumen tak akan tahu Fine Robusta yang nikmat,” ujar Gubernur M.Ridho Ficardo. Selain itu, Gubernur juga mengingatkan, peran barista yang menjadi bagian sentral  promosi. “Para barista juga harus diberikan edukasi bagaimana  menyeduh Fine Robusta. Ini penting diperhatikan, sebagai rangkaian upaya peningkatan kualitas kopi Robusta,”papar M.Ridho Ficardo

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas menegaskan komitmenta dalam mengangkat taraf kehidupan petani kopi Robusta. Minimal, melalui event ini dapat memutus mata rantai pasar. Dalam artian, petani bisa melakukan kontak langsung dengan pembeli. Menurut Dessy, ini tak hanya meningkatkan posisi tawar petani, sekaligus kesempatan petani belajar mengetahui selera dan kebutuhan pembeli. Sehingga hukum pasar pun berlaku, produk yang berkualitas, pada akhirnya yang dicari dan dibutuhkan konsumen.

——-

Coffee Business Meeting tak sedar event bisnis, tetapi juga dikemas secara kreatif oleh creative branding organizer MB Communication sehingga berkesan rekreatif dan edukatif. Di hari pertama (2 Agustus), diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mengambol tema : Membidik Peluang Bisnis Fine Robusta Omset Ratusan Juta. Pembicata yang dihadirkan yaitu :

  1. Q Grader Robusta, Karjo Matajat :Meningkatkan Kualitas Robusta Menjadi Fine Robusta, Tantangan dan Peluangnya
  2. Pranoto Soenarto (ahli kopi internasional) : Peta Kekuatan Fine Robusta dari Segi Cita Rasa.
  3. Moelyono Soesilo (Eksportir, CEO Taman Delta Indonesia) : Membuka Peluang Pasar Fine Robusta di tingkat domestik dan ekspor
  4. Muhammad Aga (Barista Berprestasi, Pemilik Coffee Smith) : Peluang Fine Robusta di Industri Hilir Cfe. Tantangan Barista meracik kenikmatan Fine Robusta

 

Karena industri hilir erat kaitannya dengan visualisasi promosi, kami menyelipkan pula coaching fotografi yang dibimbing oleh fotografer produk komersial Ferry Ardianto. Bertema “Memvisualisasikan kopi dan kafe yang menarik dan menjual”, Ferry akan memberikan konsepsi dan tehnik memotret yang bagus kepada seluruh peserta.

 

Di hari kedua, bertempat di Wisma AEKI, Liwa, kegiatan peserta dipegang langsung oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan  Provinsi Lampung. Mulai dari trekking perkebunan kopi kebun AEKI sambil mengedukasi peserta tentang kualitas kopi dan belajar fotografi yang humanis dengan obyek petani kopi. Kemudian berlanjut dengan sharing atau bertatap muka dengan petani, pebisnis kopi dan dinas.

Kabid Perkebunan dan Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, Fahuri Wherlian Ali mengatakan pemerintah berperan aktif memediasi antara petani dan pebisnis kopi untuk saling memajukan bisnis kopi Robusta. ‘CBM ini menjadi momen untuk memutus mata rantai bisnis kopi sehingga petani bisa naik taraf hidupnya dan meningkatkan kualitas tanam demi memenuhi kebutuhan pasar makin menuntut kualitas.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung juga menggelar kontes Uji Cita Rasa Kopi Robusta. Terkumpul sebanyak 54 sample yang dikirim dari petani seluruh kabupaten di Lampung. Dari keseluruhan sample tersebut dipilih 19 sample yang memenuhi kriteria kualitas kopi Robusta. Nominasi 19 sample inilah yang akan di uji cita rasakan oleh Karjo Matajat dan Disbunak untuk dipilih 3 pemenang yang akan yang mendapatkan hadiah uang tunai jutaan rupiah dan plakat. Hasil dari uji cita rasa ini bisa ditransaksikan kepada peserta bagi yang berminat.

 

Acara ini tidak menargetkan transaksi bisnis, karena sifatnya Business To Business (B to B). Tetapi lebih kepada komitmen bisnis jangka panjang dari buyer kepada seller. Mengingat bisnis kopi cukup rentang terhadap pengaruh cuaca, gangguan hama dan sebagainya. Namun begitu, petani kopi Lampung siap memberikan kualitas yang terbaik.

 

Aspirasi petani : “kami ingin mendapatkan harga yang bagus. Kami siap menanam kopi yang hasilnya terbaik..!”

 

Ke depannya, menurut Wherlian Ali, Kabid Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung sekaligus bertindak sebagai ketua pelaksana CBM ini,  akan dibentuk koperasi yang menjadi wadah untuk menaungi petani kopi Robusta, mengedukasi petani, menjamin kualitas kopi, membeli kopi bagus dari petani dengan harga yang pantas serta memasarkan Fine Robusta kepada para buyer. Kehadiran koperasi petani kopi Fine Robusta merupakan langkah solutif bagi kesejahteraan petani kopi Robusta dan menaikkan kualitas Robusta Lampung di pasar domestik dan internasiobal. Acara ini mendapatkan dukungan juga dari Coffindo, Sekopi, dan Ratu Luwak.

 

 

 

*Release ini juga disebar di sejumlah media lokal Lampung

 

 

You might also like More from author

Comments

Loading...