Mengarungi Pesona Gili Trawangan Lombok

0 112

Diputuskan untuk pergi ke Gili Trawangan, tempat yang belum saya kunjungi di Lombok. Perjalanan dari Mataram ke Gili Trawangan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Rutenya adalah Mataram – Pelabuhan Bangsal – Gili Trawangan. Perjalanan Mataram ke Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara lancar. Jalannya juga mulus dipenuhi oleh pemandangan yang luar biasa. Meskipun jalan berkelok-kelok menanjak dan menurun seperti jalan di puncak tapi tak akan membosankan. Pohon-pohon besar yang rimbun dengan bebukitan yang menghijau nampak jelas di depan mata. Monyet-monyet hutan berlarian di pinggir jalan. Pemandangan yang indah.

Jika ingin pemandangan yang lebih indah, ke Gili Trawangan dapat lewat pantai Senggigi, Malimbo dan tembus ke pelabuhan Bangsal. Pemandangannya lebih indah dibandingkan lewat Kec. Pamenang di Lombok Utara.

Tiba di pelabuhan Bangsal dan segera membeli tiket perahu public boat menuju Gili Trawangan. Harga tiket untuk public boat ini hanya 10 ribu rupiah per orang. Sangat murah. Bagi yang membawa mobil pribadi ditambah 10 ribu lagi jasa retribusi pelabuhan per mobil. Perjalanan dari pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan ditempuh dalam waktu 30 menit. Satu public boat mampu menampung penumpang 30 orang. Banyak bule juga yang ikut menyeberang menggunakan public boat ini.

Tiba di Gili Trawangan disajikan pemandangan yang luar biasa indah. Seakan masuk ke Hawaii atau Miami Beach (hehe). Banyak orang asing yang sedang berjemur di sisi pantai. Pemandangan yang baru saya lihat. Maklum belum pernah main ke pantai yang banyak bule lagi berjemur. Banyak juga terlihat turis asing dari kebangsaan Asia yang berjemur. Bukan hanya bule. Orang Indonesia pun banyak. Berbaur menjadi satu.

Tak ada biaya masuk untuk memasuki Gili Trawangan alias free charge.

Di pintu masuk pada saat menuruni boat disambut dengan papan Selamat Datang, di mana semua pengunjung bebas untuk berfoto ria di papan ini.

Gili Trawangan adalah pulau kecil di tengah lautan. Moda transportasi di dalam Gili ini hanya ada dua: sepeda dan cidomo (istilah lokal untuk delman). Dengannya polusi kendaraan bermotor di dalam pulau nyaris nihil. Udara masih sangat segar. Melengkapi keseksian pulau ini: langit biru, air biru, pasir putih, wisata bawah laut yang menawan, dan virginitas alam yang ditata sedemikian rupa, terkonsep secara artistik. Satu kata yang bisa mewakili: sempurna, perfecto.

Jangan tanggung untuk mengeksplorasi tempat indah ini, copot sandal atau sepatu Anda. Rasakan hangatnya sengatan matahari yang mengendap di pasir putih. Hinggap di telapak kaki, meresap sampai ke ujung saraf. Berjalan dengan kehangatan pelukan pasir putih dan kerikil-kerikil pantai. Kaki serasa dipijat oleh tangan-tangan lembut alam.**

You might also like More from author

Comments

Loading...