Menciptakan Rasa Unggulan Fine Robusta Lampung

0 182

Fine Robusta kini makin digemari oleh penikmat kopi di Lampung. Bagaimana tidak, Fine Robusta ini mencitarasakan selera tertinggi penikmat kopi Robusta. Menyeruputnya serasa prestise. Apalagi sambil nongkrong dengan kolega di kafe-kafe. Tak dipungkiri, menyeruput kopi pada masyarakat urban sudah menjadi gaya hidup yang menentukan strata kelas. Bisa jadi karena untuk bisa menikmati Fine Robusta butuh kocek agak dalam dibanding racikan Robusta pada umumnya.

Karakter Robusta yang strong dan berkafein tinggi memang selama ini banyak digunakan sebagai kopi blend, atau  kopi pencampur untuk espresso dan lainnya. Dan, baru tahun 2009, Q Grader mulai meracik Robusta Single (bukan blend) menjadi ramuan baru dengan grade tertinggi yaitu fine robusta. Dari segi score cita rasa, penikmat kopi menilainya di atas 80.

Sebenarnya menurut Didi Hary, Ketua Asosiasi Industri Kopi Bubuk (AIKBL), kopi Robusta memiliki karakter rasa yang seksi. Dalam artian, meski diblend, semisal dengan Arabika, cita rasanya tetap unggul (dominan). Makanya, kalangan Grader terpacu untuk membuat Robusta menjadi fine, yang sebanding kualitasnya dengan  specialitity coffee (kelas cita rasa tertinggi pada kopi Arabica).

Karakter rasa lainnya dari Robusta yang telah diolah menjadi fine, ada manis alami dan fruty. Karena memang fine Robusta berasal di biji petik merah. Hanya merah dan benar-benar matang yang dipilih. Bentuknya mirip cherry dan rasanya manis. Luwak sangat menyukai biji Robusta merah.

Untuk memperbaiki cita rasa menjadi Fine Robusta, Didi menekankan pada proses pengolahannya yang higienis. Misalnya, saat penjemuran tidak dilakukan sembarangan, seperti di pinggir jalan yang notabene dilintasi kendaraan. Seandainya pun harus dipinggir jalan, sebaiknya dilindungi dalam  kemasan tertentu; penyortiran biji kopi pun harus cermat, tidak boleh terambil biji terbelah. Biji terbelah sudah masuk kategori biji yang cacat. Biasanya biji terbelah ini masih digunakan lagi untuk kopi komersial. Fine Robusta dalam proses penyangraiannya pun harus pada temperatur tertentu dan merata.

Didi yang seorang trader, juga piawai meracik “Single Fine Robusta” bersama istrinya.  Tahun 206, mereka berhasil memenangkan kontes “Single Fine Robusta”   pada KOntes Kopi Spesiality Indonesia, Wonosobo,   dan KKSI di Aceh sebagai juara ketiga.

Saat ini Didi bersama dengan anggota Asosisasi Kopi Bubuk Lampung giat mempromosikan Fine Robusta di berbagai kesempatan, baik di lingkup Lampung sendiri maupun luar daerah melalui pameran dan kontes. Selain itu, agar masyarakat mengenal Robusta lebih spesifik, Didi juga mempromosikan asal daerah kopi. Seperti Robusta Kenali Belalau, Robusta Tanggamus, dan sebagainya.

Alhasil, diakui Didi, dalam dua tahun ini, perkembangannya sangat bagus. Apalagi setelah event Festival Kopi Lampung “Locafest” digelar tahun lalu, kedai-kedai kopi, kafe  antusias menyuguhkan Robusta dan fine Robusta. Bahkan, tidak sedikit mereka yang hanya menjual kopi Robusta petik merah yang memang sudah terbukti cita rasanya unggul. Yang menggembirakannya lagi. anak-anak muda Lampung juga gemar nongkrong di kafe-kafe sambil minum kopi Robusta. Di Kafe milik asosiasi, Dr.Coffee, pengunjung diberi kesempatan meracik sendiri Fine Robusta sesuai dengan selera.**

You might also like More from author

Comments

Loading...