DI BALIK WANA, ADA AIR TERJUN LIDER YANG MEMPESONA

AIR TERJUN LIDER YANG MEMPESONA

0 4

Air terjun lider merupakan salah satu destinasi wisata di Banyuwangi. Terletak di desa Sumber Arum, kecamatan Songgon, air terjun ini memiliki keinggian mencapai 60 meter. Tak mengherankan bila air terjun Lider mendapat predikat sebagai air terjun tertinggi di Banyuwangi.

Rute Menuju Air Terjun Lider
Ada beberapa jalur yang bisa digunakan menuju Air terjun Lider. Yang paling mudah memang melewati jalan nasional, meski waktu tempuhnya lebih lama.

Dari arah Bali atau Banyuwangi, kita bisa mengarahkan mobil menuju kota Rogojampi. Di pertigaan Rogojampi belok kanan, ikuti jalan utama hingga mencapai pertigaan Genteng Wetan. Lantas berbelok ke kanan, ke arah Jl. Hasyim Asyari (arah kantor kecamatan Genteng), langsung menuju Jalan Temuguruh. Dari sini lurus saja ke jalan Sultan Agung, jalan Aruji Kartawinata Gendoh, lalu berbelok ke kiri menuju Sragi. Belokan ini berjarak 300 meter dari Kantor Polsek Sempu.

Apabila Anda dari arah Jember, dari Garahan lurus saja hingga mencapai pertigaan Genteng Wetan sejauh + 47 km. Kemudian berbelok ke kiri, menuju jalan Jl. Hasyim Asyari. Dari sini jalan yang dilalui sama dengan rute sebelumnya yaitu jalan Temuguruh, jalan Sultan Agung, dan jalan Aruji Kartawinata. Baru kemudian berbelok ke arah ke kiri, menuju Sragi.
Dari lapangan Sragi, lurus saja hingga melewati pasar, belok ke kiri, ke arah air terjun Lider via Pal Batu. Untuk memastikan jalan Anda sudah benar, tanyakan arah kepada orang-orang sekitar wilayah tersebut. Jika Anda memakai google map, pastikan gunakan rute jalan kaki untuk mendapatkan arah menuju air terjun Lider. Bila menggunakan jalur mobil, google map akan menyatakan tidak ada rute yang ditemukan.

 

Jalannya Sungguh Menantang

Jalan menuju air terju Lider diapit oleh jajaran cengkeh dan mahoni.

Di awal, jalan menuju air terjun Lider memang menyenangkan. Dikelilingi pemandangan pedesaan yang asri, Anda takkan jemu selama diperjalanan. Bila lelah, Anda bisa berhenti sejenak wana wisata rumah pohon R-Tiga. Duduk-duduk disana sambil menikmati sepoinya angin di bawah keteduhan pinus yang melambai lembut ditiup angin siang. Baru kemudian melanjutkan kembali perjalanan menuju air terjun lider melewati kebun-kebun tebu dan kopi di kiri-kanan. Dilanjutkan dengan pohon-pohon cengkih dengan latar gunung Raung sebagai suguhan.

Karena akses jalan belum baik, tak disarankan kemari saat musim penghujan. Anda akan kesulitan melewati jalanan yang berselang-seling antara jalan tanah atau berbatu-batu di musim itu. Datanglah di musim kering sehingga jalanan tanah tak berubah menjadi kubangan lumpur yang menjebak ban sepeda motor Anda. Memang benar jalanan mulus kembali saat memasuki wilayah perkebunan Bayu Kidul. Akan tetapi, jalanan memburuk kembali selepas dari sana.

 

Kelelahan Terbayar Setelah Naik Turun Mencapai Air Terjun Lider

Di tepi sungai Lider yang berarus deras.

Sampai di areal air terjun Lider, perjuangan belum berhenti. Anda masih harus turun melewati tebing terjal, untuk mencapai bibir sungai berarus deras. Pakailah sandal gunung atau sepatu dengan sol karet agar tidak mudah tergelincir saat menuruni tangga-tangga tanah yang disangga kayu.

Tiba di bibir sungai, perjalanan dilanjutkan dengan dengan menyeberang sungai. Sungainya memang tidak tinggi, paling hanya setinggi betis. Akan tetapi mengarunginya cukup berat juga. Aliran arusnya cukup deras sehingga menyulitkan bagi mereka yang hendak menuju air terjun Lider. Perjalanan juga cukup panjang. Kurang lebih tujuh kali menyeberangi sungai untuk sampai tujuan.

Tetapi, kelelahan itu terbayar begitu air terjun Lider di depan mata. Air terjun ini nampak megah menuruni tebing dibawah terik matahari. Percikannya yang kuat bahkan mampu menyapu wajah orang-orang yang berdiri dan asyik selfie di tepian. Tidak heran bila Anda akan mendengar mereka berseru-seru kecil, merasakan dinginnya air terjun yang menelusup dan membasahi baju mereka. Percikan ini pula yang membiaskan cahaya matahari dan membuat kita mampu melihat pelangi.

Tak puas melihat dari pinggir, Anda bisa turun dan berenang di bawahnya. Lalu meniti tebing, sembari menikmati semburan air terjun kecil di samping air terjun lider. Sulit berswafoto disini, sehingga Anda harus mengandalkan teman untuk memotret aksi Anda. Selain karena medannya yang sulit, hempasan air yang deras juga membuat lensa kamera ponsel basah. Kecuali Anda membawa action cam seperti Go Pro.

Bosan berenang di bawah hempasan ari terjun, Anda bisa memotret tebing-tebing di sisi kiri dan kanan air terjun yang unik. Terdapat deretan batu serupa lajur-lajur papan tebal yang tertata rapi, menggantung diantara juntaian tanaman merambat yang tebal. Nampak mengilap karena limpahan percik air terjun yang menerpanya setiap waktu.

Jadi bagaimana? Anda masih tak tertarik mendatangi tempat eksotis ini? Jangan menyesal jika kemudian teman Anda mendahului!

 

You might also like More from author

Comments

Loading...