Coffee Business Meeting Pertemukan Buyer dan Seller Berbisnis Kopi Fine Robusta Lampung

0 294

Bisnis kopi saat ini memang tengah naik daun. Kafe-kafe, kedai kopi, roastery marak bertumbuhan di berbagai tempat. Tak sulit lagi kita mencari tempat tongkrongan  menyeruput kopi  bersama kolega. Daya tarik kafe bukan hanya  tempat yang nyaman, dan lokasi strategis, tetapi yang tak kalah penting  adalah kualitas kopi dan rasanya. Tak sayang kita mengeluarkan kocek dalam untuk menikmati secangkir kopi nikmat.

Soal rasa, penikmat kopi tentu sudah sangat mahfum membedakan mana kopi berkualitas yang bercita rasa tinggi dengan yang tidak, dalam artian biasa saja. Kualitas memang tak pernah membohongi cita rasa, namun tak dipungkiri, tentang selera bisa lain cerita. Disinilah sensasinya, tak ada rumus kehabisan cerita ketika  membicarakan kopi. Termasuk cerita tentang Robusta, jenis kopi yang dihasilkan dari sebagian besar wilayah di Indonesia. Lampung, merupakan produsen Robusta yang diperhitungkan di tanah air dan manca negara.

Menurut catatan BPS pada tahun 2015, lahan pertanian kopi di Lampung seluas 162.827 hektar, dengan angka produksi sebesar 131.840 ton. Sebagian besar Robusta Lampung diekspor dan diserap di industri kopi instan.  Diantara 50 negara produsen kopi di dunia, nilai ekspor Indonesia menduduki peringkat ketiga, setelah Brazil dan Vietnam. Itu disumbangkan dari Kopi Robusta.

Baca juga :  Kopi Robusta Lampung, Warisan Budaya Terseksi di Pasar Ekspor 

Di pasaran kopi dunia, robusta Lampung selama ini  kerap digunakan sebagai blend. Rasanya yang pahit dan tak banyak karakter serta aroma yang kurang menggoda memang membuat penikmat Robusta tak sebanyak jenis kopi lain. Tak heran, jika Robusta banyak diolah oleh industri kopi kemasan.

Tapi tunggu dulu…..! Kini Robusta sudah menjelma menjadi Fine Robusta yang dari segi cita rasa…hmmmm sekelas specialty Arabica. Bahkan ada rasa khas yang tak ditemukan di Arabika.

Selebriti Chico Jericho, saat promosi film “Filosofi Kopi 2” sempat mampir ke Kedai Kopi Dr.Coffee, yang terletak di Jalan Pagar Alam (Gang PU) No.44, pun tidak menyangka  Robusta Single Origin dari Ulebelu Tanggamus yang diseduhnya sendiri dengan metode V-60 rasanya manis. Itu baru single origin, belum pada grade tertinggi Fine Robusta. Menurutnya, baru kali ini merasakan Robusta yang berbeda.

Baca juga : Wah Chicco Jerikho Kepincut Dengan Fine Robusta Lampung

Dr.Coffee, salah satu kedai kopi di Bandar Lampung yang komit menyuguhkan Robusta grade premium dari berbagai daerah di Lampung, diantaranya Kebuntebu, Lanang, Sekincay, Airhitam, Purawiwitan dan Belalau.

Selama satu jam Chico Jerikho meracik Robusta Single Origin dari Ulebelu Tanggamus. Sumber foto : Wherlian Ali, Kabid Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung

Fine Robusta berasal dari biji kopi Robusta pilihan yang dipetik dalam kondisi merah sempurna, serta pengolahan yang demikian cermat oleh petani kopi. Lazimnya, petik merah dilakukan pada Arabika, makanya ada sebutan Specialty. Petik merah pada Robusta mulai dilakukan  untuk meningkatkan harga jual. Alhasil, memang cukup tinggi, bisa 2-3 kali lipat dari Robusta non petik merah.

Baca juga : Fine Robusta, Niche Market yang Seksi

Proses pengolahan pascapanen Robusta Petik Merah sebenarnya seperti  kopi pada umumnya, yang secara garis besar   terbagi atas dua jenis yaitu Wet process (Proses Basah) dan Dry Process (Proses kering).  Akan tetapi masih ada beberapa proses variasi lainnya seperti honey process, semi wash process, natural process, dan full washed process. Tujuannya untuk mempunyai karakter kopi yang bervariasi. Dan, Fine Robusta membuktikan cita rasa specialty yang siap diadu dengan  kopi di kelasnya. Cara penyeduhannya pun bisa dengan manual brewing V-60 (metode pour over) dari Jepang untuk menunjukkan aroma lebih kuat, hasil kopi yang bersih sehingga mampu menonjolkan karakter-karakter tertentu.

Didi Harry Libriantho, Ketua Asosiasi Kopi Bubuk Lampung (AKBL) giat memperkenalkan Fine Robusta pada setiap pameran yang diikutinya.

Menurut Ketua Asosiasi Kopi Bubuk Lampung (AKBL), Didi Harry Libriantho, rasa Fine Robusta yang nikmat sangat berpeluang memikat pasar . Selama dua tahun belakangan ini, ia dan sejumlah pebisnis kopi dan kafe Lampung menjual Fine Robusta rata-rata 3 ton di pasaran industri hilir. Fine Robusta Lampung dikenalkannya melalui pameran yang rajin diikutinya di sejumlah kota di Indonesia.

Sewaktu bertemu buyer Portugal, ia bercerita, mereka  antusias menyeruput Robusta. Padahal baru pada level clean.  Mereka tak mengira, Robusta yang selama ini berasa pahit dan digunakan sebagai blend bisa dirasakan begitu nikmat dengan metode seduh manual brewing V-60.  “Apalagi jika mereka merasakan Fine Robusta. Wah pasti suka sekali,” ujar Didi bersemangat.

Mereka mengaku, selama ini mendapatkan pasokan Robusta untuk blend dari Spanyol, bukan dari Indonesia. Kebutuhan Robusta clean untuk  buyer Portugal ini sekitar 1000 ton per tahun. Sementara, produksi kopi Robusta Lampung secara keseluruhan  sebanyak 300 ribu ton per tahun.

Artinya pasar Robusta Premium menuju Fine Robusta sudah terbuka. Kami menawarkan kepada Anda mengambil kesempatan ini !! 

Baca juga : Menciptakan Rasa Unggulan Fine Robusta Lampung

Coffee Business Meeting merupakan  event bisnis pertama yang mempertemukan buyer dan seller di industri hilir siap memfasilitasi Anda melakukan deal-deal bisnis langsung dengan produsen atau pihak pertama bisnis kopi Fine Robusta.

So, bagi Anda  penikmat kopi, pebisnis kopi, eksportir, atau sedang mencari peluang bisnis kopi, jangan lewatkan kesempatan ini ! :

“Membidik Peluang Bisnis Fine Robusta Beromset Ratusan Juta”

Menghadirkan narasumber kompeten, dan ahli di bidangnya, mulai dari kalangan birokrat, pakar Robusta, ekspotir hingga praktisi bisnis kopi di industri hilir, diantaranya :

  1. RidhoFicardo, Gubernur Lampung
  2. KarjoMatajat, Q Grader Robusta,  bersertifikat internasional
  3. Moelyono Soesilo, eksportir kopi, CEO Taman Delta Indonesia, produser film “Filosofi Kopi” dan program TV  “Viva Barista” .
  4. Muhammad Aga, aktor “Filosofi Kopi 2”, pemilik café Coffee Smith, dan barista berprestasi

 

Narasumber dalam acara Coffee Business Meeting, Bandar Lampung – Liwa, 2-3 Agustus 2017.

Special benefit,

Coaching fotografi untuk branding dan promosi dari Ferry Ardianto, fotografer legendaris untuk produk komersial dan human interest. Hasil foto peserta akan dipamerkan pada Festival Kopi Internasional di Bandar Lampung dan buku kopi Robusta.

Investasi hanya Rp 3,8 juta (luar Lampung)**, dan Lampung Rp 750 ribu, Anda akan mendapatkan banyak keuntungan :

  1. Bisnis mapping peluang bisnis dan pasar Fine Robusta di pasar domestik dan ekspor
  2. Demo penyajian Fine Robusta dari berbagai daerah di Lampung
  3. Pameran kopi Fine Robusta dan Robusta Premium dari berbagai daerah unggulan di Lampung
  4. Table top buyer & seller
  5. Wisata Perkebunan Kopi di AEKI Liwa
  6. Sharing dengan petani kopi di Liwa (charity)
  7. Cuping contest yang dijurikan oleh Pakar Kopi Internasional Pranoto Soeroso
  8. Kunjungan ke Petani Kopi Luwak “Ratu Luwak” dan Kelompok Tani Wanita Berprestasi “Kopi Tugu Liwa.

** Harga sudah termasuk penginapan di Lampung dan Liwa, tranportasi lokal, makan dan snack, business meet up dan coaching fotografi. Khusus untuk Lampung: akomodasi di Liwa, transportasi lokal, makan dan snack, business meet up dan coaching fotografi.

Untuk pemesanan tiket pesawat, kami serahkan pada Anda atau bisa kami bantu untuk pengurusannya.

 

Anda tertarik, silahkan isi form ini : https://rebrand.ly/CoffeeBusinessMeeting

Untuk informasi lebih lanjut, sila menghubungi  Arifah 0857-2200-9785, Sari 0896-0772-7680,  Debi 0813-1055-8638

DL Pendaftaran : 20 Juli 2017

Kunjungi sosmed : IG @jelajahiindonesiamu dan fanpage Jelajahi Indonesiamu


Coffee Business Meeting diinisiasi oleh MB Communication yang bekerja sama dengan Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia (AEKI). Untuk pelaksanaan di Lampung, mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung.

 

You might also like More from author

Comments

Loading...