3 Hal yang Membuat Saya Bisa Jalan-Jalan

2 41

Jalan-jalan itu bagi saya adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Jadi bukan sekedar menghabiskan uang saja, tetapi banyak hal-hal yang bisa saya dapatkan. Selain refreshing, dapat ide tulisan, inspirasi dari orang, dan tentunya semakin semangat menjalani aktivitas selanjutnya.

Nah, bicara soal jalan-jalan, saya sangat suka jalan-jalan. Kalau bisa sih, tiap hari jalan-jalan. Bahkan saya masih berkhayal nih, jalan-jalan, sambil terus bisa menulis dan bekerja. Misalnya seminggu di kota ini, minggu berikutnya di kota ini. Jadi sambil menyelam minum air hehehe.

Tapi tentu saja itu belum bisa saya lakukan. Jalan-jalan masih sesekali saja, dan itu tergantung 3 hal yang harus saya perhatikan baik-baik. Nah, apa saja 3 hal itu? Silakan simak cerita saya ini.

 

Dana

Tidak bisa dipungkiri, kalau jalan-jalan itu memang membutuhkan dana. Walau liburan ke tempat yang terdekat, tetap saja harus ada dana yang dikeluarkan. Tetapi saya tetap berharap, ada yang mau mengajak saya jalan-jalan gratis hahaha.

Makanya soal dana ini, jadi hal utama bagi saya. Apalagi saya yang bekerja sebagai penulis freelance. Tidak ada gaji tetap yang bisa diharapkan setiap bulan. Job pun tidak bisa diprediksi. Kadang banyak, kadang sedikit, bahkan kadang kosong sama sekali. Tetapi saya tetap percaya, rezeki menulis saya akan selalu ada, asalkan saya terus bersemangat.

Berbeda dengan teman-teman yang mempunyai pekerjaan tetap dengan gaji bulanan, maka dana liburan bisa disiapkan dari gaji setiap bulan. Ada juga cerita teman, dana liburan dia sediakan dari bonus kantor. Bisa juga dari uang Tunjangan Hari Raya atau THR.

Makanya, saya mensiasati dana jalan-jalan dengan menyisipkan dana dari fee atau honorarium atau royalti buku yang saya dapatkan. Sedikit banyaknya, tentu saja tergantung dari banyaknya job yang ada.

Namun terkadang juga, dana liburan saya dapat dari job tak terduga. Misalnya ada job tawaran menulis yang fee-nya sudah dibicarakan di depan. Jadi saya sudah tahu hasilnya. Terkadang juga dana jalan-jalan dari uang kelas privat menulis cerita anak.

 

Kesempatan

Langkah selanjutnya, bila dana sudah siap, maka saya menentukan waktu liburan. Memang, sebagai penulis freelance, waktu saya lebih fleksibel. Saya bisa liburan kapan saja, tidak terikat sabtu dan minggu atau tanggal merah.Atau bahkan harus ambil cuti.

Untuk jalan-jalan dekat yang dananya tidak besar, memang kadang bisa mepet waktunya, bahkan dadakan. Tetapi untuk tujuan jalan-jalan jauh, saya pun harus menentukan waktunya jauh-jauh hari.

Saya pun menghindari jalan-jalan pas musim liburan dan hari raya. Soalnya tiket dan penginapan pasti lebih mahal. Makanya saya mencari hari-hari biasa saja. Membeli tiket di liburan hari biasa dan jauh-jauh hari, bisa dapatnya lebih murah. Lumayan selisihnya hehehe.

Hal ini juga banyak diterapkan oleh teman-teman saya yang mempunya pekerjaan tetap. Soal waktu liburan bisa dijadwalkan jauh-jauh hari. Dan waktu itu bisa disesuaikan dengan jadwal aktivitas rutin kita. Kalau liburan ingin lama, tinggal tambah cuti hehehe.

 

Kesehatan

Dana sudah tersedia, waktu liburan sudah ditetapkan, maka tahap selanjutnya saya memperhatikan kesehatan. Soalnya jalan-jalan memang membutuhkan badan yang fit. Apalagi kalau tujuan wisata itu memang waktunya lama, dan tempatnya membutuhkan tenaga ekstra. Terus tujuannya beberapa kota.

Misalnya saya pernah ngebolang selama seminggu dengan tujuan 4 kota, Yogyakarta, Solo, Surbaya, dan Makassar. Namanya ngebolang sendiri, maka harus ekstra tenaga. Misalnya untuk irit dana, kalau tujuan dekat jalan kaki saja. Bawa barang sendiri, tanpa bantuan porter hehehe.

Jadi walau saya lebih banyak bekerja di rumah, saya tetap berusaha menjaga kesehatan. Apa yang kurang pas dengan saya, akan saya hindari. Misalnya saya tidak kuat begadang. Jadi waktu-waktu menulis saya itu hanya dari pagi sampai sore. Malam saya santai. Kecuali ada pekerjaan yang mengharuskan saya begadang.

 

Antara Dana, Kesempatan, dan Kesehatan

Tiga hal di atas sangat erat kaitannya bagi saya. Soalnya kapan salah satunya ada kendala, maka kesempatan jalan-jalan akan terancam batal. Dan saya sering mengalami hal itu.

Ada kesempatan libur dan badan sehat, tapi kalau dana belum mencukupi, pastinya belum bisa juga liburan. Dan saya sering sekali ingin ke suatu tempat. Apalagi pas ada acara seru di sana. Tapi apa daya, dana belum cukup hahaha.

Dana ada, badan pun fit, tapi kesempatan belum ada. Tapi belum diberi kesempatan jalan-jalan. Dan beberapa kali saya alami. Tiket sudah beli, uang saku ada, tapi menjelang keberangkatan, saya ada urusan keluarga mendadak, dan harus batal. Jadi belum rezeki.

Kesempatan ada, dana sudah siap, tapi tiba-tiba badan kurang fit, tetap liburan tertunda. Dan ini baru saya alami. Rencananya awal Agustus saya ingin jalan-jalan. Apalagi bulan kemerdekaan ini banyak acara seru. Tapi apa daya, badan saya ngedrop dan harus baring-baring tampan manjah terus hehehe. Akhirnya batal jalan-jalan.

Demikianlah 3 hal yang menunjang acara jalan-jalan saya. Mungkin teman-teman juga mengalami hal yang sama. Jadi jangan lupa diperhatikan 3 hal itu, agar acara jalan-jalan yang sudah direncanakan bisa lancar jaya. Selamat jalan-jalan, teman-teman.

 

Bambang Irwanto

Comments
Loading...